Aluminium
composite panel biasanya digunakan untuk bahan atau bagian external dari
bangunan, tapi tidak terbatas untuk bagian external saja, karena Aluminium
composite panel dapat juga digunakan untuk bagian internal bangunan, seperti
digunakan untuk langit – langit dan sebagainya , terkadang juga digunakan
sebagai bahan untuk menambah berat dan mempercantik bangunan sehingga terkesan
mewah atau ekslusif. Karena pada dasarnya Aluminium composite panel dapat
ditambahkan dengan warna – warna yang sesuai dengan keinginan yang
tentunya disesuaikan juga dengan warna – warna yang dapat digunakan untuk
Aluminium composite panel itu sendiri, misalnnya saja Aluminium composite panel
dapat ditambahkan dengan warna seperti marmer atau pun metalik dan lain
sebagainya.
Diantara
merk - merk terkenal yang ada di pasaran diantaranya ialah SEVEN.
Seven Aluminum Composite Panel di
Indonesia , produk yang sudah teruji kualitasnya dan dukungan sistem manajemen
yang professional membuat SEVEN ACP menjadi brand yang cukup diperhitungkan di
bidang konstruksi nasional.
SEVEN ACP
memiliki 5 jalur produksi Aluminum Composite Panel dengan kapasitas produksi
8.000.000 meter per tahun, 2 jalur produksi Solid Aluminum Panel dengan
kapasitas produksi 800.000 meter per tahun, 3 jalur produksi aluminium coating,
dan 2 jalur produksi Aluminum Honeycomb Panel dengan kapasitas produksi 300.000
m per tahun.
Kami juga
memiliki 3 mesin dengan teknologi terkini untuk proses cutting dan grooving
material Aluminum Composite Panel sebagai pelayanan tambahan kepada customer
kami.
Produk:
- SEVEN PVDF ACP
- SEVEN PE ACP
- SEVEN FR ACP
- SEVEN Granite/Wood Coating ACP
- SEVEN Brushed ACP
- SEVEN Mirror Finish ACP
- SEVEN Chameleon ACP
- SEVEN Nano PVDF ACP
SEVEN
Aluminum Composite Panel PVDF 0.5
Specifications:
Material
Thickness (mm)
|
: 4 mm
|
Length (mm)
|
: 2440,
4880 or custom
|
Width (mm)
|
: 1220 or
custom
|
Aluminum
skin thickness (mm)
|
: 0.5 mm
|
Coating
Type
|
: PVDF
|
SEVEN
Aluminum Composite Panel PVDF 0.4
Specifications:
Material
Thickness (mm)
|
: 4 mm
|
Length
(mm)
|
: 2440,
4880 or custom
|
Width (mm)
|
: 1220 or
custom
|
Aluminum
skin thickness (mm)
|
: 0.4 mm
|
Coating
Type
|
: PVDF
|
SEVEN
Aluminum Composite Panel PVDF 0.3
Specifications:
Material
Thickness (mm)
|
: 4 mm
|
Length
(mm)
|
: 2440,
4880 or custom
|
Width (mm)
|
: 1220 or
custom
|
Aluminum
skin thickness (mm)
|
: 0.3 mm
|
Coating
Type
|
: PVDF
|
SEVEN
Aluminum Composite Panel PE
Specifications:
Material
Thickness (mm)
|
: 4 mm
|
Length
(mm)
|
: 2440,
4880 or custom
|
Width (mm)
|
: 1220 or
custom
|
Aluminum
skin thickness (mm)
|
: 0.21 mm
|
Coating
Type
|
:
Polyester (PE)
|
Seven ACP Catalog 1
|
Seven ACP Catalog 2
|
- QS - 313 White
- QS - 3125 Milk White
- QS - 3106 Ivory White
- QS - 3112 Grey
- QS - 3115 China Grey
- QS - 7015 Grey Ral
- QS - 3102 Sub Silver
- QS - 3101 Bright Silver
- QS - 3104 Iron Grey
- QS - 3118 Jade Silver
- QS - 3105 Champagne Golden
- QS - 3150 Champagne Gold Metallic
- QS - 3502 Silver Chameleon
- QS - 3501 Red Chameleon
- QS - 3195 Light Almond Glossy
- QS - 380 Night Blue
- QS - 3111 Red
- QS - 3113 Green
- QS - 3116 Dark Blue
- QS - 3107 China Red
- QS - 3129 Dark Green
- QS - 3237 Signal Blue
- QS - 3123 Dark Yellow
- QS - 3135 Orange
- QS - 3126 Blue
- QS - 3110 Yellow
- QS - 3109 Sea Blue
- QS - 3128 Green White
- QS - 3301 Granite
Sejarah Bukittinggi
Bukittinggi dalam kehidupan ketatanegaraan semenjak zaman penjajahan
Belanda, zaman penjajahan Jepang serta zaman kemerdekaan dengan berbagai
variasinya tetap merupakan pusat Pemerintahan Sumatera bahagian Tengah maupun
Sumatera secara keseluruhan, bahkan Bukittinggi pernah berperan sebagai Pusat
Pemerintahan Republik Indonesia setela Yogyajarta diduduki Belanda dari bulan
Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949.
Semasa pemerintahan Belanda dahulu, Bukittinggi oleh Belanda selalu
ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan, dari apa yang dinamakanGemetelyk
Resort berdasarkan Stbl tahun 1828. Belanda telah mendirikan kubu pertahanannya
tahun 1825, yang sampai sekarang kubu pertahanan tersebut masih dikenal dengan
Benteng " Fort De Kock ". Kota ini telah digunakan juga oleh Belanda
sebagai tempat peristirahatan opsir-opsir yang berada di wilayah jajahannya di
timur ini.
Oleh pemerintah Jepang, Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian
Pemerintah militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan
Thailand karena disini berkedudukan komandan Milioter ke 25. Pada masa ini
Bukittinggi berganti nama dari Taddsgemente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si
Yaku Sho yang daerahnya diperluas dengan memasukkan nagari-nagari Sianok,
Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu taba dan Bukit Batabuah yang sekarang
kesemuanya itu kini berada dalam daerah Kabupaten Agam, di Kota ini pulalah
Pemerintah bala tebtara Jepang mendirikan pemancar Radio terbesar untuk pulau
Sumatera dalam rangka mengibarkan semangat rakyat untuk menunjang kepentingan
peramg Asia Timur Raya versi Jepang.
Pada zaman perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia Bukitinggi berperan
sebagai kota perjuangan. Dari bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949
ditunjuk sebagai Ibu Kota Pemerintahan darurat Republik Indonesia ( PDRI ),
setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.
Selanjutnya Bukittinggi pernah menjadi Ibukota Propinsi Sumatera
dengan Gubernurnya Mr. Tengku Muhammad Hasan. Kemudian dalam peraturan
Pemerintah Pengganti undang-undang No. 4 tahun 1959 Bukittinggi ditetapkan
sebagai Ibu Kota Sumatera Tengah yang meliputi keresidenan-keresidenan Sumatera
Barat, Jambi dan Riau yang sekarang masing-masing Keresidenan itu telah menjadi
Propinsi-propinsi sendiri.
Setelah keresidenan Sumatera Barat dikembangkan menjadi Propinsi Sumatera
Barat, maka Bukittinggi ditunjuk sebagai Ibu Kota Propinsinya,. semenjak tahun
1958 secara defacto Ibukota Propinsi telah pindah ke Padangnamun secara deyuire
barulah tahun 1978 Bukittinggi tidak lagi menjadi Ibukota Propinsi Sumatera
Barat, dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1979 yang memindahkan
Ibukota Propinsi Sumatera Barat ke Padang.
Sekarang ini Bukittinggi berstatus sebagai kota madya Daerah Tingkat II
sesuai dengan undang-undang No. 5 tahun 1974 tentang Pokok Pemerintah di Daerah
yang telah disempurnakan dengan UU NO. 22/99menjadi Kota Bukittinggi.
secara ringkas perkembangan Kota Bukittinggi dapat diloihat sebagai berikut :
secara ringkas perkembangan Kota Bukittinggi dapat diloihat sebagai berikut :
A. Pada Masa Penjajahan Belanda
Semula sebagaiGeemente Fort De Kock dan kemudian menjadi Staadgemente Fort
De Kock, sebagaimana diatur dalam Staadblad No. 358 tahun 1938 yang luas
wilayahnya sama dengan wilayah Kota Bukittinggi sekarang.
B. Pada Masa Penjajahan Jepang
Pada masa ini Bukittinggi bernama Shi Yaku Sho yang wilayahnya lebih luas
dari Kota Bukittingggi sekarang ditambah dengan nagari-nagari Sianok, Gadit,
Ampang Gadang, BAtu taba dan Bukit Batabuah.
C. Pada Masa Kemerdekaan Sampai Sekarang
1. Pada masa permulaan
proklamasi, luas wilayah Bukittinggi sama seperti sekarang ini dengan
Waliktanya yang pertama yaitu Bermawi Sutan Rajo Ameh.
2. Kota Bukittinggi
dengan ketetapan Gubernur Propinsi Sumatera No. 391 tanggal 9 Juni 1947 tentang
pembentukan Kota Bukittinggi sebagai Kota yang berhak mengatur dirinya sendiri.
3. Kota Besar Bukittinggi
sebagaimana yang diatur Undang-undang No. 9 tahun 1956 tentang Pembentukan
Otonom Kota Besar Bukittinggi dalam lingkungan Propinsi Sumatera Tengah jo
Undang-undang Pokok tentang Pemerintah Daerah No. 22 tahun1960.
4. Kotapraja Bukittinggi,
sebagaimana diatur dalam Undang-undang Pemerintah Daerah No. 1 tahun 1957 jo.
Pen. Prs. No. 6 tahun 1959 jo. Pen. prs. No. 5 tahun 1960.
5. Kotamadya Bukittinggi
sebagai mana diatur dalam Undang-undang No. 5 tahun 1974 tentang Pokok-pokok
Pemerintah Daerah.
Pimpinan Pemerintah Daerah, baik sebagai pejabat senentara ( Pjs ) atau
sebagai pejabat (Pj), maupun sebagai Walikota Pilihan (KDH) dapat diterakan
sebagai berikut :
1. Bermawi Sutan RAjo
Ameh
2. Iskandar Teja KUsuma
3. Jamin Dt. BAgindo
4. Aziz Karim
5. Enin Karim
6. Saadudin Jambek
7. Nauman Jamil Dt.
Mangkuto Ameh
8. MB. Dt. Majo Basa Nan
Kuning
9. Syahbuddin LAtif Dt.
Sibungsu
10. Dr. S. Rivai
11. Bahar Kamil Marah
Sutan
12. Anwar Maksum Marah
Sutan
13. M. Asril, SH
14. A. Kamal, SH
15. Drs. Masri
16. Drs. Oemar Gaffar
17. Drs. B. Barhanudin
18. Drs. Hasan Basri (
PLT. Walikota )
19. Armedi Agus
20. Drs. Rusdi Lubis ( PLT
Walikota )
21. Drs. H. Djufri
22. Drs. H. Oktisir
Sjovijerli Osir ( PLT. Walikota )
23. Drs. H.
Djufri
24. H.Ismet Amzis, SH (
sekarang)
Dengan bermacam ragamnya status maupun fungsi yang diemban Bukittinggi
seperti yang diuraikan diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Bukittinggi
memang cukup strategis letaknya dan ditunjang pula oleh hawanya yang sejuk,
karenaterletak di jajaran Bukit Barisan.
Dilihat dari segi sosial kemasyarakatan, Bukitinggi tidak kurang pula
perannya, baik dalam ukuran regional, Nasiopnal mupun Internasional. Dikota ini
sering diadakan rapat-rapat kerja Pemerintah, Pertemuan-pertemuan ilmiah,
kongres-kongres oleh organisasi kemasyarakatan dan lain sebagainya. Sumber : bukittinggikota